082.334.6999.23 malangtravelguide@gmail.com

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.

Already a member?

Login
082.334.6999.23 malangtravelguide@gmail.com

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.

Already a member?

Login

Menurut legenda masyarakat Jawa pada abad ke 15, Roro Anteng, Putri dari Raja Brawijaya dan suaminya Joko Seger melarikan diri dari kerajaan Majapahit ke gunung Bromo untuk menghindari serangan pasukan musuh. Di area ini, Joko Seger mendirikan sebuah kerajaan baru yang bernama Tengger. Tengger itu sendiri merupakan singkatan dari suku kata terakhir Roro Anteng dan Joko Seger.

KASADA EVENT 16-18 JULY 2019

Kerajaan Tengger sangatlah tertata  rapi dan rakyatnya hidup dalam kedamaian dan kesejahteraan. Tapi sayang sekali, sang Raja tidak memiliki keturuna. Dalam keputus asaanya mengharapa keturunan, Raja Joko Seger dan Ratu Roro Anteng berjalan menuju Kawah gunung Bromo untuk berdoa kepada Sang Dewa agar mereka dikaruniai anak. Sang Dewa mengabulkan permintaan mereka dan memberikan 25 Anak dengan syarat . Syarat yang diberikan kepada Raja dan Ratu kerajaan Tengger adalah mereka harus mengorbankan anak terakhir mereka ke kawah sebagai persembahan. Setelah melahirkan anak ke 25, Raja dan Ratu lupa akan janji mereka untuk mempersembahkan anak terakhir mereka , Pangeran Kusuma, sebagai tumbal ke Kawah. Oleh karena itu, Dewa murka kepada mereka dan membuat gunung Bromo Meletus. Lahar dari Gunung Bromo menyeret pengeran Kusuma ke kawah. Untuk menghormati kematian pangeran Kusuma dan sekaligus berdoa kepada Dewa, saudara-saudaranyamengadakan upacara tahunan yang diberi nama YADNYA KASADA dengan cara mempersembahkansesajen berupa lembu dan tanaman hasil panen ke kawah Gunung Bromo. Upacara ini diselenggarakan setiap bulan purnama atau Hari ke 12 bulam pertama kalender Tengger.

ount Bromo (Indonesian: Gunung Bromo), is an active volcano and part of the Tengger massif, in East Java, Indonesia. At 2,329 meters (7,641 ft) it is not the highest peak of the massif, but is the most well known.

Informasi Wisata, Kuliner & Budaya.

Kami memberikan informasi bagi Anda yang ingin mengunjungi kawasan wisata Malang, Batu & Bromo. Tak lupa kami sajikan Tips & Trik agar wisata anda lebih menarik dan Berkesan.

Recent Comments