082.334.6999.23 malangtravelguide@gmail.com

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.
Please agree to all the terms and conditions before proceeding to the next step

Already a member?

Login
082.334.6999.23 malangtravelguide@gmail.com

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.
Please agree to all the terms and conditions before proceeding to the next step

Already a member?

Login

Lambang Kota Malang

logo malang kembali

Kota Malang adalah kota yang teletak di dataran tinggi, diapit oleh gunung-gunung. Ketinggian kota ini antara 440-460 mdpl. Udaranya sejuk kering dengan kelembaban 7,2% serta suhu udara rata-rata 24• celcius. Curah hujan mencapai 2279 mm per tahun. Dataran tinggi malang yang terbentuk dari bukit-bukit dan lembah ini bagaikan sanau kering yang digapagari oleh gunung. Gunung Kawi di sebelah Barat, gunung Arjuna di sebelah utara, gunung Semeru dan gunung Bromo di sebelah timur, serta pegunungan kapur Kendeng disebelah selatan. Dengan demikian Malang merupakan bukit dan lembah daru ketiga gunung besar ini, yang hijau subur dengan sungai yang mengalir.

Kota malang sekarang telah mengalami perkembangan. Dari tiga kecamatan menajdi lima kecamatan . Batas batasnya sebaai berikut, sebelah timur oleh kecamatan pakis dan tajinana, sebelah selatan oleh kecamatan Pakisaji, sebelah barat oleh kecamatan Wagir, dau dan karangploso. Kota Malang memiliki tiga pintu gerbang sebagai pintu masuk dari tiga jurusan, yaitu blitar, dari kediri dan dari surabaya dan pasuruan. Pintu-pintu gerbang sebagai pintu masuk dan sekaligus tanda batas kota tersebut, terdapat di kelurahan kebonsari kec. sukun, kelurahan tlogomas kec. lowokwaru dan kelurahan balearjosari kec. blimbing.

Malang yang berkembang menjadi kota pemerintahan secara resmi dibentuk pada tanggal 1 April 1914. Pada waktu itu Malang ditetapkan sebagai Geementee ( Kota ) . Pada umumnyasuatu daerah memiliki lambang dan semboyan. lambang serta semboyan Gementee Malang baru dtetapkan pada tahun 1937 berdasarkan keputusan Stadsgemeenteraad Malang pada juni 1937 No.AZ 407/43 dan disahkan oleh Gouvernemen Besluit tanggal 25 April 1928 No.027.

Bentuk lambang gementee Malang sebuah perisai berwarna biru dengan mahkota kuning emas berdasar merah di bawahnya sedang dibawa oleh dua ekor singa yang berdiri diatas dua kakinya dan berwarna kuning emas pula dengan lidah merahnya yang menjulur. kaki singa berdiri diatas pita biru yang berjuntai. Di dalam perisai terdapat seekor singa berwarna kuning emas. Di belakangnya terdapat bunga teratai putih dengan tangkainya yang panjang, serta lembah perkebunan. Pada pita yang menjuntai terdapat semboyan yang berbunyi ” MALANG NOMINOR SURSUM MOVEOR ” artinya Malang Namaku Maju Tujuanku.

Lambang kota malang

Makna lambang :

Malang merupakan bagian dari Kerajaan Belanda, Singa didalam perisai adalah simbol kepahlawanan , Bunga tertai putih berarti sari atau kesucian. Artinya kota yang mempunyai ” VOORSTAD ” yaitu pintu gerbang Singasari yang bertekad dalam naungan Kerajaan Belanda.

Setelah indonesia merdeka, lambang itu tidak sesuai lagi dan diganti yang sesuai dengan alasan kemerdekaan. lambang baru ini dibentuk berdasarkan surat keputusan DPRD kotapraja Malang tanggal 30 October 1951, sekaligus mencabut lambang yang lama yang disahkan oleh presiden RI.

” MALANGKUCECWARA “

Makna semboyan :

Semboyan ” MALANGKUCECWARA ” bermakna Tuhan Yang Maha Esa Menghancurkan yang Batil. Semboyan ini pendek dan padat namun mengandung makna yang ekspresif. Semboyan ini diusulkan oleh Prof. Poerbatjaraka yang beliau ambil dari kata kata Sanskerta.

Adapun perincian katanya sebagai berikut :

  • MALA artinya segala sesuatu yang kotor, kecurangan, kepalsuan, akibat buruk ( dalam bahasa jawa sering mengatakan ” Goleh molo ” )
  • ANGKUCECWARA artinya menghancurkan atau membinasakan
  • ICWARA artinya Tuhan Yang Maha Esa

Informasi Wisata, Kuliner & Budaya.

Kami memberikan informasi bagi Anda yang ingin mengunjungi kawasan wisata Malang, Batu & Bromo. Tak lupa kami sajikan Tips & Trik agar wisata anda lebih menarik dan Berkesan.

Recent Comments