Gunung Bromo berasal dari kata Brahma (yang Artinya adalah tumbuh, berkembang, berevolusi, yang bertambah besar , yang meluap dari dirinya. Dalam beberapa sumber, Nama Dewa Brahma diidentikan dengan nama Agni (api)). Dan sampai saat ini Bromo merupakan gunung api yang masih aktif dan terkenal sebagai ikon wisata Jawa Timur. Gunung ini tidak sebesar gunung api lainnya di Indonesia tetapi memiliki pemandangannya yang spektakuler dan menakjubkan.

Gunung Bromo di huni oleh masyarakat local yang dikenal suku Tengger , Nama Tengger berasal dari cerita leluhur Legenda Roro Anteng juga Joko Seger yang diyakini sebagai asal usul nama Tengger itu. “Teng” akhiran nama Roro An-”teng” dan “ger” akhiran nama dari Joko Se-”ger” dan Gunung Bromo sendiri dipercaya sebagai gunung suci. Masyarakat Tengger melakukan Ritual “Yadnya Kasada” atau Kasodo setahun sekali berkumpul di tepi kawah aktif Gunung Bromo untuk mempersembahkan persembahan seperti beras, buah-buahan, sayuran, bunga, ternak dan hasil bumi lainnya kepada arwah penunggu Gunung. Penduduk asli Tengger adalah penganut agama yang memadukan unsur-unsur agama Hindu dan Buddha Mahayana. Dalam upacara Kasada masyarakat Tengger meminta berkat dari Tuhan Yang Maha Esa, Sang Hyang Widi Wasa.

Daerah Tengger sendiri yang berpasir telah dilindungi sejak tahun 1919. Diyakini sebagai satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia, dan mungkin di dunia yang memiliki pasir laut yang unik sekitar 2000 m di atas permukaan laut. Ada beberapa gunung di dalam kaldera Bromo ini seperti: Gunung Watangan (2.661 m dpl). Gunung Batok (2.470 m dpl), Gunung Kursi (2.581 dpl), Watangan Gunung (2661 m dpl), dan Widadaren Gunung (2.650 m dpl).

Jalur Wisata Menuju Bromo :
Dari Kota Surabaya/Malang baik dari terminal/bandara maupun stasiun ada 3 Pilihan diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Surabaya/Malang,Malang – Tumpang,Tumpang – Gubugklakah,Gubugklakah – Ngadas,Ngadas – Jemplang,Jemplang – G. Bromo
2. Surabaya/Malang – Pasuruan,Pasuruan – Warungdowo,Warungdowo – Tosari,Tosari – Wonokitri,Wonokitri – Dingklik,Dingklik – Penanjakan,Dingklik – Laut Pasir ,Laut Pasir – G. Bromo
3. Surabaya/Malang – Tongas (Probolinggo),Tongas – Sukapura,Sukapura – Cemorolawang,Cemorolawang – Bromo

Tips Wisata :

Suhu udara di Gunung Bromo berkisar antara 3°-20° celcius, namun dapat berada beberapa derajat di bawah nol selama musim kemarau. Jika Anda tidak kuat dengan udara dingin, sebaiknya Anda membawa jaket, sarung tangan, dan topi atau penutup kepala lainnya. Setelah Matahari terbit cuacanya dengan cepat menjadi cukup panas di sini.

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.